Minggu, 01 Januari 2017

Tahun baru :selangkah lebih dekat ke kuburan

Assalamualaikum Wr Wb..

Selamat tinggal 2016, selamat datang 2017. Taukah apa makna dari pergeseran waktu itu?. Ya, kita selangkah lebih dekat ke kuburan.

Waktu memang menyimpan misterinya sendiri. Kata orang, "waktu itu bukan 24 jam. Waktu tak pernah berputar. Ia berjalan lurus mengikuti alurnya, sampai pada akhir yang kita sebut sebagai "ajal". Itu di dunia. Yang apabila orang alim mengkonversi waktu mungkin akan ia katakan seperti ini, "waktu kita di dunia ini sangatlah singkat. Karena 1 hari di sana, 10000 tahun di sini. Itu artinya, umur manusia di bumi tidak sampai sejam bahkan semenit waktu "sana". Itu bisa salah bisa benar. Entahlah, hanya Allah yang tahu persis konstruksi waktu beserta ciptaannya yang kadang aneh-aneh.

Fenomena tahun baru masehi memang lebih "tenar" daripada tahun baru islam (hijriah). Mungkin masehi dianggap lebih seksi dibanding hijriah. Atau mungkin sebagian orang alim akan berkata bid'ah, sesat, kafir, jika ada yang meniup dan membakar kembang api di tahun baru hijriah. Mungkin itu yang membuat sebagian lainnya berpikir berkali-kali untuk menghebohkan tahun baru hijriah. Tetapi, terlepas dari masehi ataupun hijriah. Salah satu teman saya bertanya, apa esensi dari merayakan tahun baru ini?. Dari tahun ke tahun ritualnya kok sama-sama saja. Setelah di timbang2, mungkin ia ada benarnya. Tapi tidak kemungkinan juga banyak salahnya. 

Merayakan tahun baru memang akan berbeda-beda bagi setiap individu. Karena tujuan dan representasi malam itu sangat "bejibun". Jadi jangan heran, jika orang alim merayakannya dengan sholat malam berjama'ah. Yang hedon-hedon, merayakannya dengan foya-foya dan pesta pora. Yang tidak bermodal merayakannya dengan nonton perayaan kembang api dari jendela rumah. Yang lagi sedih dan patah hati merayakannya dengan tidak ikut merayakannya. Yang sederhana, merayakannya dengan goreng-goreng atau bakar-bakar. Yang kesepian, merayakannya dengan menulis artikel di blog tidur seharian di kamar. Beraneka ragam wajah masyarakat indonesia dalam perayaan tahun baru. Oleh karena itu, kita harus menaruh hormat bagi siapa saja yang merayakan atau bahkan tidak merayakan malam bersejarah ini (setahun satu kali). Karena kitab ataupun para mujtahid tidak pernah mengeluarkan fatwa harus melaksanakannya dengan cara ini, atau cara itu.


Namun, yang terpenting adalah. Jangan berlebih-lebihan dalam perayaan. Itu bukan kata saya, itu kata Allah. Lihat surah al-'an'am (6) :142, al-'a'raf (7):31, al-'isra'(17):26. Contoh Berlebihan itu ketika beristri lebih dari 4. (Ibu-ibu teriak, Ada contoh yang lain gk mas? Wkwkwk..)

satu hal yang semua orang sadari kaitannya dengan waktu. Apa itu?. Ya, ia berlalu begitu cepat. Dan sialnya kita tersadar saat momen-momen kritis seperti ini. Pertanyaan selanjutnya adalah, apa yang telah kita lakukan setahun ini. Dan apa yang akan kita lakukan setahun depan?. Ya, orang alim menamakan itu muhasabah atau introspeksi diri. Apakah itu penting?. Yah, menurut saya sih itu penting. Karena ada juga sebagian orang yang malas melakukan itu, karena ada sebagian orang yang mengaku tak ada mimpi. Ada yang bilang, "bisa hidup di dunia saja ini sudah seperti mimpi bagi saya"!. Apakah kamu salah satunya penganut sekte ini?. Mmm, menurut saya sih that is bullshit. yes, bullshit. Semua manusia punya mimpi. Yang tak punya mimpi  itu zombie.  Karena memang zombie bukan manusia.

Kembali pada masalah waktu. Waktu tak pernah terlepas dari ruang. Masehi/hijriah tak pernah terlepas dari bumi. Untuk bumi, para mujtahid mengatakan bahwa bumi ini semakin hari semakin kotor, penuh debu. Baik debu yang berasal dari limbah pabrik, atau produk pabrik itu sendiri, sampai pada "kotoran" yang berada di belakang sistem nilai dari pabrik atau perusahaan itu sendiri. Tak terkecuali "kotoran-kotoran" yang sembunyi di meja-meja pemerintahan. Kalau dihitung-hitung, bumi ini semakin sesak oleh debu. Tapi yang jelasnya, Allah sudah memberikan kita jalan. Ia menyuruh kita berwudhu, menyucikan diri dari segala debu dan kotoran, kemudian berangkat sembahyang. Sungguh cara penyucian yang sangat sederhana.

Waktu tak terlepas dari ruang. Dan keduanya tak akan terlepas dari kebinasaan. Setidaknya begitulah ungkapan para sofisme. Tapi sayangnya, masih saja ada yang menuhankan waktu dan ruang, mendewakan pangkat dan uang. Padahal itu semua bagian dari waktu dan ruang, yang pada akhirnya akan mengalami kebinasaan. Oleh karena itu, langkah maju ke kuburan, imbangi dengan amalan perbuatan. Jangan malah berkumpul dan bersekongkol dengan setan. biar tidak ada penyesalan, seperti kata nietsche : "ada dua keberuntungan di dunia ini, yang pertama tidak di lahirkan, yang kedua mati muda". Semoga Allah memberi kita umur panjang dan ketaqwaan di atas dinnul islamnya. Agar kita lebih beruntung daripada orang-orang lalai.

Yang terakhir, mari awali tahun yang baru ini. Dengan memanjatkan al-fateha. Semoga ini menjadi awal keberkahan di hari-hari berikutnya. Amiinn..

Selamat malam. Selamat tahun baru. Sampai jumpa di tahun baru berikutnya. Amiin..
Assalamualaikum Wr Wb..

Sabtu, 31 Desember 2016

Sufi

Dialog sufi si pecinta yang tak pernah di cintai

Dalam sebuah gubuk, seorang gadis bernama sufi bertafakur di atas sajadah meneteskan airmata. Tangisannya terdengar memenuhi rimba. Ia mulai bercakap dengan sang cintanya."wahai engkau yang Maha mencintai, apakah selama ini aku telah menyakitimu??. Jawablah wahai kekasihku! Mengapa kau diam saja!. Tak ada suara selainnya, semakin nyaring suara kumbang di tengah rimba itu. Wahai kekasihku yang Maha Mencintai, mengapa kau tak menjawabku? Apakah mulutmu terlalu mahal untuk menjawabku? Ataukah diammu sebagai tanda bencinya engkau kepadaku?". Tangisan sufi semakin sendu, airmata membanjiri wajahnya. 

Ia kemudian melanjutkan pertanyaannya. "Wahai sang kekasih yang di rindukan semua orang, mengapa engkau tak pernah meninggalkanku padahal kau tahu aku pernah berselingkuh dengan dia yang menjadi asbab di usirnya leluhurku adam dari rumahmu?. Mengapa wahai sang Maha Cinta? mengapa?". Lagi-lagi hanya suara desiran angin yang terdengar. "Mengapa kau diam, apakah aku tak pantas mendapat jawaban itu?". Sufi mulai meninggikan suaranya, menambah suara tangisnya. "Wahai cintaku yang sejati, maafkan jika selama ini aku belum sempurna mencintaimu, ampuni aku jika selama ini belum maksimal dalam memberi pengabdian hakiki kepadamu. Meskipun, pertemuan 5 kali dalam sehari belum menghilangkan dahagaku terhadap kasihmu". 

Sufi kemudian terdiam, mencoba menghela napas. "Baiklah, jika diam adalah jawabanmu. Maka aku tak akan berhenti bertanya. aku tak akan berhenti berbicara sampai ku dengar helaan napasmu". Tiba-tiba petir menyambar gubuk itu, padahal sufi tahu bahwa di luar tidaklah mendung ataupun hujan. "Mengapa kau menakut-nakutiku wahai kekasih, apakah benar aku telah menyakitimu? Bukankah hampir seluruh umurku ku habiskan untuk mencintaimu. Katakan, kapan aku melanggar janji pertemuan kita? Katakan, kapan aku pernah menyakitimu? Dan bukankah, setiap pertemuan aku selalu memohon ampun jika benar-benar aku telah menyakitimu?. Katakan padaku wahai kekasihku". 

Tiba-tiba suasana saat itu menjadi senyap, sufi tetap berbicara tetapi ia tidak sadar jika ia tak mengeluarkan suara sama sekali.  Jika diperhatikan, perempuan itu seperti komat kamit. Tak terdengar apapun dari mulutnya. Lama ia seperti itu, suasana di sekitarnya pun tanpa ia sadari mulai hening. Tak ada suara kumbang, tak ada semilir angin, daun di pepohonan tak bergerak. Semua di sekitarnya tak goyang sedikitpun, kecuali mulut perempuan itu. Sangat lama sufi berbicara, ia hanya mendengar suaranya sendiri. Tak terdengar sampai keluar gubuk. Ia seakan-akan di bisukan oleh suaranya sendiri. Ia bersuara namun tak bersuara. Tiba-tiba mulutnya berhenti, menghela napas panjang dan akhirnya berdiri. Nampaknya ia mulai bosan sekaligus kesal. Bagi pecinta yang hanya manusia biasa, usaha sufi untuk merayu cintanya sudah sangat luar biasa. 

Ia pun berjalan menuju pintu, membuka pintu itu lebar-lebar. Dan betapa kagetnya ia, pepohonan, rerumputan, batu, tanah semuanya berubah menjadi lautan api dan lahar yang mendidih. Betapa kagetnya sufi, ia lalu bersujud. Menangis, tak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia kemudian menengadah, berteriak dari dalam gubuk tersebut. "Wahai cinta sejatiku, apakah ini yang aku dapatkan selama aku mengabdikan diri untuk mencintaimu selama hidupku? Bukankah ini sangat jauh berbeda dari apa yang engkau sampaikan saat awal pertemuan kita? Jawablah wahai kekasihku..". Ia pun menangis sekeras-kerasnya. Ia tak percaya jika yang selama ini dia cintai berdusta padanya. Tiba-tiba ada suara menggema di seluruh ruangan berapi itu. "Dengarlah wahai kau yang mengaku mencintaiku. Usahamu dan pengabdianmu terhadapku amatlah besar, engkau sangat mencintaiku. Engkau tak pernah melewatkan pertemuan kita dalam sehari. Engkau selalu memujiku, membangga-banggakanku, membelaku, bahkan engkau pertaruhkan nyawamu demi aku. Tetapi, bukankah engkau mengaku mencintaiku?. Lantas mengapa cara engkau mencintaiku seperti itu! Bukankah aku telah menyuruh kalian untuk mengikuti cara kekasihku muhammad dalam mencintaiku. Lantas, mengapa kau membuat caramu sendiri untuk mengabdikan diri kepadaku. Butakah mata, telinga, dan hatimu wahai engkau yang mengaku mencintaiku. Jika benar-benar engkau mencintaiku, engkau tak akan sampai hati menggunakan cara selain yang aku perintahkan. 

Dengarkanlah, mungkin engkau sangat mencintaiku. Akan tetapi, aku tak pernah sama sekali mencintaimu". Setelah jawaban itu, gubuk yang sufi tempati sedikit demi sedikit tenggelam dalam lautan api dan lahar yang menyala-nyala. Tangisan sufi berubah menjadi tawa, ia tersenyum kemudian tertawa terbahak-bahak. Ia bersenandung tak jelas. Dan akhirnya, sufi tenggelam dalam keadaan gila. 
END

Kamis, 29 Desember 2016

Pengemban panji-panji dakwah

Mereka tak sekonservatif itu..

Assalamualaikum Wr Wb..

Sampai sekarang saya masih bingung, kok masih ada yang menganggap mereka yang menghijabkan hampir seluruh tubuh, mereka yang menumbuh kembangkan jenggot, mereka yang bermata tiga (punya tanda hitam di dahi), mereka yang berpakaian gombrang, mereka yang pakai baju koko, mereka yang selalu mengenakan peci, mereka yang berkoar-koar di atas mimbar, mereka yang menghela-hela napas melantunkan ayat-ayat suci, sampai mereka yang memimpin kita dalam percintaan kita dengan tuhan di dalam rumah peribadatan. Mereka semua di anggap KONSERVATIF. Mungkin tidak semua beranggapan seperti itu, tapi satu di antara kalian pasti punya pemikiran seperti itu!! Wallahu alam..

Yup, karena saya pernah berpikiran seperti itu. Awalnya saya pikir ini mungkin karena keadaan psikologis ketika tumbuh di lingkungan yang “netral”, tidak semodern jakarta, tidak semegah bandung, namun tidak pula setertinggal daerah tersudut  negara ini. Akses ilmu pengetahuan tidak semudah kota-kota metropolitan itu. mungkin juga guru-guru spritual saya di kampung tidak “selihai” guru-guru spiritual di kota-kota itu. Namun realitasnya bahwa dorongan individulah yang menentukan paham dan tidaknya ia dengan konteks yang ada. Terlepas dari maju dan tidaknya suatu peradaban.

Lantas, mengapa orang-orang itu di anggap konservatif atau bahkan “terlalu konservatif”??

Saya meliha bahwa mereka mempunyai satu kesamaan, yakni mereka “berlebihan” menampakkan simbol agamanya. Jika ini menjadi alasan, agaknya terlalu naive sekaligus lucu untuk di jelaskan lebih lanjut. Haha..

Hei, dengan alasan apapun kita tidak harus menutupi kenyataan bahwa kita adalah orang beragama, bagi muslim silahkan memakai peci, kristen silahkan pakai kalung salib, hindu, budha, konghucu silahkan nampakkan simbol atau atribut agama masing-masing, tidak ada gengsi atau kesombogan dalam beragama, sekalipun ada ia mungkin telah murtad dari agamanya sendiri. Walaupun dengan memakai simbol tertentu belum lantas membuat kita “bertuhan”.

Indonesia negara damai, peperangan besar atas nama tuhan belum menyasar wilyah-wilayah, olehnya itu junjung tinggi kebebasan ekspresi  beragama berasaskan penghargaan dan toleransi kepada pemeluk agama lain. Terlepas ada upaya manipulasi politis, adanya “anymous” yang duduk di kursi-kuesi legislatif sebagai pelegal birahi politik itu, gairah-gairah untuk memperkosa industri, menjarah tanah, yang dengan tujuan-tujuan itu konflik isu agama agaknya cukup “menggiurkan” untuk di angkat. Tetaplah berkeyakinan dan berjalan di permukaan nilai-nilai luhur agama itu sendiri. Biarkan mereka bertarung untuk mengenyangkan perut-perut  mereka yang hampir meletus.

saya masih bingung apa yang melatar belakangi orang-orang itu menyebut sebagian muslim indonesia konservatif. Apakah hubungan erat antara agama dan kultur budaya lantas mereka di sebut konservatif?. Apakah mereka menolak seluruh budaya luar? Apakah kajian keilmuan mereka hanya untuk diri sendiri dan tuhan? apakah karena mereka suka bertakhyayul tentang surga neraka? Atau karena mereka selalu berada di rumah peribadatan untuk bercinta dengan tuhannya? Ayolah, pikiran itu muncul karena otak kita telah di cuci oleh kenikmatan sekuler yang  semakin lama mengikis aqidah, menggoyahkan keimanan. Hanya karena mereka tidak mengenakan pakaian distro, bukan berati mereka konservatif. Perlukah saya katakan pikiran kita yang terlalu kapitalis!! Ah mungkin saja…

Atas dasar pengharagaan kita tidak harus menjudge suatu sekte, terkecuali sekte ini sudah menodai dan melenceng dari nilai-nilai kemanusiaan. Meskipun kata konservatif, nyaring di lekatkan kepada umat islam indonesia karena alasan-alasan di atas. Namun yakinlah bahwa pengetahuan kita kurang tentang agama ini, kita hanya sebatas tau bahwa bumi itu bulat, namun belum pernah pergi keluar angkasa untuk membuktikannya langsung. Kita belum belajar agama ini, sebatas sholat dan puasalah yang lebih banyak kita tahu. Rukun islam lun kadang di lupa, rukun iman kadang kebalik-balik. Tuhan nampaknya nyengir-nyengir melihat tingkah umatnya.

Ini sebenarnya bukan masalah fatal, hanya memberikan paradigma yang mungkin fresh kalau penganut kuat agama islam indonesia tidaklah sekonservatif itu, hanya karena justin bieber tidak memakai peci dan bercelana gombrang bukan berarti dia tidak konservatif bukan?. Ataukah dia yang konservatif dengan kultur budaya kita. Wkwkwk.. lucu.

Ini tidak masalah bagi para mujahid, mujahidah, dan laskar-laskar pengemban dakwah lainnya, sisipan kurang srek didengar yang di sematkan tidak membuat mereka gentar dengan tanggungjawab. Mereka adalah pengemban dakwah. Mereka memperbudakkan diri kepada tuan yang tepat, yakni Allah SWT. Semoga mereka selalu di beri keselamatan. Yang jelas, meskipun kita beranggapan mereka konservatif, yakinlah mereka akan eksis dan terkenal menjadi artis di kampung akhirat. Hehee..

Ada sebuah pesan dari socrates :
" Cobalah dulu, baru cerita. Pahamilah dulu, baru menjawab. Pikirlah dulu, baru berkata. Dengarlah dulu, baru beri penilaian. Berusahalah dulu,baru berharap"

Semoga kita selalu mendapat rahmat dan kemudahan dalam mencari kedalaman ilmu dalam khazanah pengetahuan.

Assamaulaikum wr wb..


Rabu, 28 Desember 2016

Aku, hati, dan nafsu

Di dalam hati terdapat sebuah kegelisahan yang tidak mampu ditenangkan kecuali dengan mendekatkan diri kepada Allah. - Ibnu Qayyim


Assalamualaikum Wr Wb
“menulis adalah bicara tanpa suara, ia adalah ekspresi bisu yang meluluhkan”


Aku atau kita semua, mungkin pernah merasakannya. Hal dimana seolah-olah kita berada di dunia asing, hampa, tanpa tujuan, kehilangan semangat dan motivasi. Itu merupakan tanda bahwa kita sejatinya telah jauh dari sesuatu yang kita sebut sebagai TUHAN.

Ada kegelisahan dalam hati yang sulit untuk kita ceritakan, yang sulit untuk kita ungkapkan. Itu adalah momen ketika beberapa saat kita lupa bahwa ada sesuatu yang MAHA yang mampu membuat kita kembali berbahagia dan menikmati kembali kehidupan.

Gelisahnya hati adalah pertanda kita jauh dari karuniaNya, hati merupakan cerminan suci pada diri manusia. Ini merupakan hakikat kemanusiaan setelah akal.

Kotornya hati bisa menjadi penyebab kita kehilangan semangat untuk melanjutkan hidup. Kotornya hati sanggup menghilangkan seluruh kebahagiaan kita. Hati yang cerah dan di cerahkan, merupakan karunia terbesar manusia dari sang pencipta.

Jangan khawatir ketika kita ada di fase ini, karena itu merupakan “cubitan lembut tuhan” yang ingin kita kembali padaNya, kembali mengingatNya.

Ketika mengalami hal ini, lampiaskan ke jalan yang sesuai hukumNya, jangan malah keluar berfoya-foya dan akhirnya berbuat maksiat. Sungguh ini perbuatan sia-sia dan pada akhirnya membawa kerusakan dan kerasnya hati. Karena hati yang gelisah merupakan respon ketika kita jauh dari Allah. Maka jangan biarkan diri semakin jauh dariNya.

Yakinlah, Allah SWT tidak ingin semua hambanya masuk ke dalam kesalahan, ia ingin semua hambanya berjalan di atas kebenaran. Dan kitalah yang menetukan itu, karena aturan telah ada. Maka ikutilah.

Musuh hati ialah nafsu. Yah, nafsu. Seperti yang di katakan Rasulullah SAW dan para sahabat, bahwa musuh terbesar umat manusia adalah nafsu. Kita bisa mengalahkan manusia, kita bisa menyingkirkan orang lain, tapi kita sulit bahkan sering di kalahkan oleh nafsu kita sendiri.

Maka berdoalah, semoga Allah senantiasa memberi kita kekuatan untuk melawan nafsu. Amiin..
“pukulan dari sahabat lebih baik daripada ciuman dari musuh”

Sekian dari saya. 

Assalamualaikum Wr Wb..






Minggu, 02 Oktober 2016

Kamu yang pergi tapi tak beranjak


hanya dengan cinta, duri berubah mawar. dan bagi cintaku yang bertepuk sebelah tangan, duri itu tak berubah apapun, selain makin menancap dan manambah pedihnya mencintai. aku memang bukan pecinta yang ulung, olehnya itu bagiku kepedihan ini sudah sangat melumpuhkan akalku. tapi tak mengapa, bagiku mencintai bukan sekedar bagaimana kau menerima apa adanya, tapi mengikhlaskan kepergiannya merupakan cara mencintai yang paling bijak. dan bukankah engkau telah bersama lelaki yang kau cintai?, jikalau seperti itu, rawatlah cinta kalian sebagaimana kalian merawat diri kalian masing-masing. karena cinta bukan tentang dia atau kamu, cinta adalah seperti engkau memberi sebagaimana engkau meminta, cinta adalah tentang diri sendiri. aku tidak mengguruimu, karena aku memang bukan pecinta yang ulung. aku hanya seorang amatir yang pernah patah hatinya. yang masih berjuang mengubur harapan masa lalunya, agar tak timbul lagi di masa berikutnya. 

bagiku, cinta dan kematian berĂ da didimensi yang sama, tak bisa di jangkau waktu datangnya. namun mati dari kehidupan bagiku adalah awal kehidupan yang baru, sedang mencintai seorang yang cintanya untuk lelaki lain adalah kematian sesungguhnya. namun bagiku itu tak mutlak, karena cinta menuntut kita untuk bangkit dan tetap hidup. dan sudah waktunya aku ikhlaskan semuanya, engkau terbanglah terlebih dahulu bersamanya, aku pasti menyusul sesudah aku menyulam bekas sayapku yang pernah engkau patahkan. sudahlah, jangan engkau berbalik. aku tak sendirian, karena Dia tak pernah meninggalkan hambanya. sudahlah, tak perlu mengingatku, aku pasti baik baik saja. untuk engkau, dulu aku pernah sangat mencintaimu.... ^-^. 

Minggu, 12 Juni 2016

Terkadang, yang Baik yang Munafik !!

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..



Aku tengah berpikir, orang itu adalah aku. Aku yang selalu tampil bijak & menasehati orang lain, tapi aku pula yang selalu melanggar dan menjilat ludah sendiri..

Aku yang selalu berkata benar, tapi yang ku lakukan selalu saja salah. Aku yang selalu mengarahkan, tapi membimbing diri sendiri pun aku tak tahu.

Ketika aku terlihat baik di mata orang lain, aku malah terlihat buruk di mata sendiri. Andai tuhan tidak menutup aibku, aku pasti lebih terlihat buruk dan hina dibanding kalian.

Aku sadar fitrahku, aku sadar hakikatku. Setengah malaikat dan setengah iblis, bergabung menjadi satu dalam jiwaku. Saat sisi malaikat menguasai, aku bisa tampil mempesona bak seorang ustadz yang sedang ceramah. Saat sisi iblis mengambil alih, aku bisa lebih rendah dari binatang..

Pernah aku terjebak perasaan, merasa malu bila harus selalu memohon ampun kepada tuhan. Tapi tidak ada tempat lyang layak untuk memohon selain padaNya.

Aku takut menyebut diriku munafik, karena sesungguhnya tuhan sangat membenci sifat itu. Dan aku sangat takut apabila tuhan sampai membenciku.

Aku berserah, mencoba berdamai dan memaafkan diri sendiri. ku lapangkan dada bahwa aku manusia yang selalu dekat dengan dosa dan salah..

Proses belajar tak pernah berhenti, meski salah selalu terulang, ku andalkan doa menjadi penguat. Meski dosa menjadi penghalang, ku gunakan kitab dan sholat sebagai pengobat.

aku bukan orang munafik. Akupun bukan orang baik-baik. Aku hanya  seorang manusia yang sedang mencoba menjadi baik. Maaf...

Sabtu, 11 Juni 2016

"UNTUKMU DI BATAS RINDU"

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..


Buatmu yang di batas rindu..
Janji yang ku tanam dan selalu kau basuh, melahirkan angan dan mimpi bersama. meski kita tercipta berbeda, tapi yakinlah pencipta kita sama. orang bilang cinta beda agama adalah ujian, aku bilang tidak. mengapa? ini bukanlah penghakiman kepada tuhan, namun ini adalah pembenaran bahwa cinta datangnya dari tuhan. orang bilang jangan jual agamamu demi cinta, aku bilang tidak. mengapa? karena aku akan meluruskan cinta dengan agama. kalau memang cinta beda agama adalah ujian yang di berikan tuhan?. Lantas apakah cinta seagama bukanlah ujian?. ingat, kita terpilih untuk hidup pun adalah sebuah ujian. jangan karena hanya perbedaan, kita saling menyalahkan dan menganggap itu adalah satu-satunya ujian di dunia romansa.

buatmu yang di batas rindu..
berbeda ataupun sama, tetap ada batas di antara kita. batas pria dan wanita dimana agamamu dan agamaku melarangnya. olehnya itu, cinta yang di bungkus oleh kata "pacaran" adalah sampah. "zina yang mengatasnamakan cinta adalah penzaliman kepada tuhan". aku ingin kita mengerti batas kewajaran itu, saling mengingatkan dan doa menjadi tumpuan.

buatmu yang di batas rindu..
ketika perbedaan menjadikan kita sama, yakinlah bahwa tuhan punya rencana. entah apa akhirnya.. berhentilah menduga-duga namun berprasangka baik dan pasrahlah hanya kepadaNya..

untukmu yang di batas rindu..
setiap lelaki menginginkan wanita yang ahli syurga. akupun tak munafik, aku sangat mendambakan hal itu. olehnya itu, jangan pernah lelah menuntut ilmu apapun itu, karena sesungguhnya kebenaran hakiki hanya ada satu. mari kita mencari ilmu di segala sudut alam ini, menampakan kesungguhan kita mencari kebenaran di hadapan tuhan. kerahkan seluruh tenaga, waktu, dan pikiran. ketika kita sudah ada di batas kemampuan, maka yakinlah tuhan akan menganugerahkan sebuah kebenaran hakiki. karena kepercayaan kita sama, bahwa tuhan itu adil.

untukmu yang di batas rindu..
mari semai rasa itu bersama, kau rawatlah ia dengan doaku, aku akan menjaga ia dengan doamu pula. mari bingkai rasa itu dengan bingkai yang indah, dan berikanlah pada tuhan. jadikan rasa itu menjadi salah satu keridhaan tuhan kepada insan manusia yang merasakannya, dan jangan jadikan rasa itu sebagai alasan murka tuhan pada kita..

Untukmu yang di batas rindu..
cinta memang memiliki segudang masalah, tidak memandang apakah sama ataupun beda agama. semua datangnya dari tuhan. masalah dan solusi adalah milik tuhan yang di turunkan kepada kita manusia. olehnya itu, ketika tuhan memberikan cinta, rawatlah ia sesuai hukumnya dan perlakukan ia sebagaimana mestinya..

untukmu yang di batas rindu..
telah sampailah waktu kita untuk mencari keridhaan tuhan. telah sampailah waktu kita untuk mencari kebenaran hakiki. telah sampailah waktu untuk kita menuntut ilmu sebagai jalan mencari hidayah. jangan berhenti mencari, jangan berhenti belajar, jangan berhenti berpikir. yakinlah keadilan ilahi akan datang di waktu yang sangat tepat.

teruntuk kau yang di batas rindu. titipkan rindumu pada tuhan. karena aku sudah terlebih dahulu menitipkan rinduku padaNya. ketika kebenaran datang, maka yakinlah jutaan rindu yang sudah kita titip, akan tuhan sampaikan...

teruntuk kau yang dibatas rindu..
aku pasrah.. :)